Selasa, 23 November 2010

Ketika Ikhwah Jatuh Cinta


Suatu ketika, dalam majelis koordinasi seorang akhwat berkata pada mas'ul dakwahnya, "akhi, ana ga bisa lagi berinteraksi dengan akh fulan". Suara akhwat itu bergetar. Nyata sekali menekan perasaannya."Pekan lalu, ikhwan tersebut membuat pengakuan yang membuat ana merasa risi dan….Afwan, terus terang juga tersinggung." Sesaat kemudian suara dibalik hijab itu mengatakan….ia jatuh cinta pada ana."

mas'ul tersebut terkejut, tapi ditekannya getar suaranya. Ia berusaha tetap tenang. "Sabar ukhti, jangan terlalu diambil hati. Mungkin maksudnya tidak seperti yang anti bayangkan." Sang mas'ul mencoba menenangkan terutama untuk dirinya sendiri.

"Afwan…ana tidak menangkap maksud lain dari perkataannya. Ikhwan itu mungkin tidak pernah berpikir dampak perkataannya. Kata-kata itu membuat ana sedikit banyak merasa gagal menjaga hijab ana, gagal menjaga komitmen dan menjadi penyebab fitnah. Padahal, ana hanya berusaha menjadi bagian dari perputaran dakwah ini." sang akhwat kini mulai tersedak terbata.

"Ya sudah…Ana berharap anti tetap istiqamah dengan kenyataan ini, ana tidak ingin kehilangan tim dakwah oleh permasalahan seperti ini". Mas'ul itu membuat keputusan, "ana akan ajak bicara langsung akh fulan"

Beberapa Waktu berlalu, ketika akhirnya mas'ul tersebut mendatangi dulan yang bersangkutan. Sang Akh berkata, "Ana memang menyatakan hal tersebut, tapi apakah itu suatu kesalahan?"

Sang mas'ul berusaha menanggapinya searif mungkin. "Ana tidak menyalahkan perasaan antum. Kita semua berhak memiliki perasaan itu. Pertanyaan ana adalah, apakah antum sudah siap ketika menyatakan perasaan itu. Apakah antum mengatakannya dengan orientasi bersih yang menjamin hak-hak saudari antum. Hak perasaan dan hak pembinaannya. Apakah antum menyampaikan kepada pembina antum untuk diseriuskan?. Apakah antum sudah siap berkeluarga. Apakah antum sudah berusaha menjaga kemungkinan fitnah dari pernyataan antum, baik terhadap ikhwah lain maupun terhadap dakwah????" Mas'ul tersebut membuat penekanan substansial. " Akhi bagi kita perasaan itu tidak semurah tayangan sinetron atau bacaan picisan dalam novel-novel. Bagi kita perasaan itu adalah bagian dari kemuliaan yang Allah tetapkan untuk pejuang dakwah. Perasaan itulah yang melandasi ekspansi dakwah danjaminan kemuliaan Allah SWT. Perasaan itulah yang mengeksiskan kita dengan beban berat amanah ini. Maka Jagalah perasaan itu tetap suci dan mensucikan."

Cinta Aktivis DakwahBagaimana ketika perasaan itu hadir. Bukankah ia datang tanpa pernah diundang dan dikehendaki? Jatuh cinta bagi aktivis dakwah bukanlah perkara sederhana. Dalam konteks dakwah, jatuh cinta adalah gerbang ekspansi pergerakan. Dalam konteks pembinaan, jatuh cinta adalah naik marhalah pembinaan. Dalam konteks keimanan, jatuh cinta adalah bukti ketundukan kepada sunnah Rosullulah saw dan jalan meraih ridho Allah SWT.

Ketika aktivis dakwah jatuh cinta, maka tuntas sudah urusan prioritas cinta. Jelas, Allah, Rosullah dan jihad fii sabilillah adalah yang utama. Jika ia ada dalam keadaan tersebut, maka berkahlah perasaannya, berkahlah cintanya dan berkahlah amal yang terwujud dalam cinta tersebut. Jika jatuh cintanya tidak dalam kerangka tersebut, maka cinta menjelma menjadi fitnah baginya, fitnah bagi ummat, dan fitnah bagi dakwah. Karenannya jatuh cinta bagi aktivisdakwah bukan perkara sederhana.

Ketika Ikhwan mulai bergetar hatinya terhadap akhwat dan demikian sebaliknya. Ketika itulah cinta `lain' muncul dalam dirinya. Cinta inilah yang akan kita bahas disini. Yaitu sebuah karunia dari kelembutan hati dan perasaan manusia. Suatu karunia Allah yang membutuhkan bingkai yg jelas. Sebab terlalu banyak pengagung cinta ini yang kemudian menjadi hamba yang tersesat. Bagi aktivis dakwah, cinta lawan jenis adalah perasaan yang lahir dari tuntutan fitrah, tidak lepas dari kerangka pembinaan dan dakwah. Suatu perasaan produktif yang dengan indah dikemukakan oleh ibunda kartini," …akan lebih banyak lagi yang dapat saya kerjakan untuk bangsa ini, bila saya ada disamping laki-laki yg cakap, lebih banyak kata saya…..daripada yang saya usahakan sebagai perempuan yg berdiri sendiri.."

Cinta memiliki 2 mata pedang. Satu sisinya adalah rahmat dengan jaminan kesempurnaan agama dan disisi lainnya adalah gerbang fitnah dan kehidupan yg sengsara. Karenanya jatuh cinta membutuhkan kesiapan dan persiapan. Bagi setiap aktivis dakwah, bertanyalah dahulu kepada diri sendiri, sudah siapkah jatuh cinta??? jangan sampai kita lupa, bahwa segala sesuatu yang melingkupi diri kita, perkataan, perbuatan, maupun perasaan adalah bagian dari deklarasi nilai diri sebagai generasi dakwah. Sehingga umat selalu mendapatkan satu hal dari apapun pentas kehidupan kita, yaitu kemuliaan Islam dan kemuliaan kita karena memuliakan Islam.

Deklarasi CintaSekarang adalah saat yang tepat bagi kita untuk mendeklarasikan cinta diatas koridor yang bersih. Jika proses dan seruan dakwah senantiasa mengusung pembenahan kepribadiaan manusia, maka layaklah kita tempatkan tema cinta dalam tempat utama. Kita sadari kerusakan prilaku generasi hari ini, sebagian besar dilandasi oleh salah tafsir tentang cinta. Terlalu banyak penyimpangan terjadi, karena cinta didewakan dan dijadikan kewajaran melakukan pelanggaran. Dan tema tayangan pun mendeklarasikan cinta yang dangkal. Hanya ada cinta untuk sebuah persaingan, sengketa. Sementara cinta untuk sebuah kemuliaan, kerja keras dan pengorbanan, serta jembatan jalan kesurga dan kemuliaan Allah, tidak pernah mendapat tempat disana.

Sudah cukup banyak pentas kejujuran kita lakukan. Sudah terbilang jumlah pengakuan keutamaan kita, sebuah dakwah yang kita gagas, Sudah banyak potret keluarga yg baru dalam masyarakat yg kita tampilkan. Namun berapa banyak deklarasi cinta yang sudah kita nyatakan. Cinta masih menjadi topik `asing' dalam dakwah kita. Wajah, warna, ekspresi dan nuansa cinta kita masih terkesan `misteri. Pertanyaan sederhana, "Gimana sih, kok kamu bisa nikah sama dia, Emang kamu cinta sama dia?", dapat kita jadikan indikator miskinnya kita mengkampanyekan cinta suci dalam dakwah ini.

Pernyataan `Nikah dulu baru pacaran' masih menjadi jargon yang menyimpan pertanyaan misteri, "Bagaimana caranya, emang bisa?". Sangat sulit bagi masyarakat kita untuk mencerna dan memahami logika jargon tersebut. Terutama karena konsumsi informasi media tayangan,bacaan, diskusi dan interaksi umum, sama sekali bertolak belakang dengan jargon tersebut.

Inilah salah satu alasan penting dan mendesak untuk mengkampanyekan cinta dengan wujud yang baru. Cinta yang lahir sebagai bagian dari penyempurnaan status hamba. Cinta yang diberkahi karena taat kepada sang Penguasa. Cinta yang diberkahi karena taat pada sang penguasa. Cinta yang menjaga diri dari penyimpangan, penyelewengan dan perbuatan ingkar terhadap nikmat Allah yang banyak. Cinta yang berorientasi bukan sekedar jalan berdua, makan, nonton dan seabrek romantika yang berdiri diatas pengkhianatan terhadap nikmat, rezki, dan amanah yang Allah berikan kepada kita.

Kita ingin lebih dalam menjabarkan kepada masyarakan tentang cinta ini. Sehingga masyarakat tidak hanya mendapatkan hasil akhir keluarga dakwah. Biarkan mereka paham tentang perasaan seorang ikhwan terhadap akhwat, tentang perhatian seorang akhwat pada ikhwan, tentang cinta ikhwan-akhwat, tentang romantika ikhwan-akhwat dan tentang landasan kemana cinta itu bermuara. Inilah agenda topik yang harus lebih banyak dibuka dan dibentangkan. Dikenalkan kepada masyarakat berikut mekanisme yang menyertainya. Paling tidak gambaran besar yang menyeluruh dapat dinikmati oleh masyarakat, sehingga mereka bisa mengerti bagaimana proses panjang yang menghasilkan potret keluarga dakwah hari ini.

EpilogSetiap kita yang mengaku putra-putri Islam, setiap kita yg berjanji dalam kafilah dakwah, setiap kita yang mengikrarkan Allahu Ghoyatuna, maka jatuh cinta dipandang sebagai jalan jihad yang menghantarkan diri kepada cita-cita tertinggi, syahid fi sabililah. Inilah perasaan yang istimewa. Perasaan yang menempatkan kita satu tahap lebih maju. Dengan perasaan ini, kita mengambil jaminan kemuliaan yang ditetapkan Rosullulah. Dengan perasaan ini kita memperluas ruang dakwah kita. Dengan perasaan ini kita naik marhalah dalam dakwah dan pembinaan.

Betapa Allah sangat memuliakan perasaan cinta orang-orang beriman ini. Dengan cinta itu mereka berpadu dalam dakwah. Dengan cinta itu mereka saling tolong menolong dalam kebaikan, dengan cinta itu juga mereka menghiasi Bumi dan kehidupan di atasnya. Dengan itu semua Allah berkahi nikmat itu dengan lahirnya anak-anak shaleh yang memberatkan Bumi dengan kalimat Laa Illaha Ilallah. Inilah potret cinta yang sakinah, mawaddah, warahmah. jadi…sudah berani jatuh cinta…??wallahu'alam

l izzah edisi 11/th4


Minggu, 21 November 2010

SENYUMLAH.... Karena senyummu itu Ibadah


Manis Wajahmu Kulihat Di Sana
Apa Rahasia Yang Tersirat
Tapi dzahirnya Dapat Kulihat
Mesra Wajahmu Dengan Senyuman

Senyuman...
Senyum Tanda Mesra
Senyum Tanda Sayang
Senyumlah Sedekah Yang Paling Mudah
Senyum Di Waktu Susah
Tanda Ketabahan
Senyuman Itu Tanda Keimanan
Senyumlah Senyumlah Senyumlah Senyumlah

Hati Yang Gundah Terasa Senang
Bila Melihat Senyum Hatikan Tenang
Tapi Senyumlah Seikhlas Hati
Senyuman Dari Hati Jatuh Ke Hati

Senyumlah Seperti Rasulullah
Senyumnya Bersinar Dengan Cahaya
Senyumlah Kita Hanya Karana Allah
Itulah Senyuman Bersedekah

Senyumlah
Itulah Sedekah Yang Paling Mudah
Tiada Terasa Terhutang Budi
Ikat Persahabatan Antara Kita
Tapi Senyum Jangan Disalah Guna
Senyumlah Senyumlah Senyumlah Senyumlah
[raihan]


Beda Nasib Koruptor di China dan Indonesia [gayindo.forumotion.net]

Cina, medio 1995. Presiden Jiang Zemin menyatakan perang melawan korupsi. Sejurus kemudian, Sang Perdana Menteri Zhu Rongji berujar: Saya telah menyiapkan sepuluh peti mati, sembilan peti untuk koruptor dan satu peti mungkin untuk saya.

Semua elemen di Cina pun gempar. Maklum korupsi telah mewabah di semua lini bumi tirai bambu: militer, pegawai negeri dan swasta, penegak hukum, hingga pejabat tinggi. Tentu saja Zhu berucap itu dengan penuh kesadaran. Itulah jurus preventif perang antikorupsi yang ia mainkan. Ucapan Zhu tak berhenti sekadar sebagai pemanis bibir. Apalagi dijadikan komoditas politik seperti lazim dilakukan pejabat dan politisi Indonesia.

Dengan menempatkan hukum sebagai panglima, pemerintah Cina tak segan menempatkan para koruptor di peti mati yang telah disiapkan Zhu. Maret 2000, kantor berita Cina, Xinhua, melaporkan kasus korupsi Wakil Gubernur Provinsi Jiangxi, Hu Changqing. Ia dituduh menerima suap sekitar 660.000 dolar AS (kurang lebih Rp 6,6 miliar, saat itu kurs dolar AS berada di level Rp 10.000). Bahkan sidang yang digelar di pengadilan Nanchang Intermediate People's Court membeberkan kasus korupsi Hu sejak tahun 1995 kala ia berstatus Pejabat Senior di Dewan Negara.

Hu pun di eksekusi mati hanya dalam waktu 24 jam setelah permohonan bandingnya ditolak. Hu hanyalah salah satu koruptor yang menikmati peti mati. Sebelum Hu, hingga 1999 sebanyak 1.263 koruptor mengalami nasib yang sama. Bahkan, total eksekusi hingga 2001 mencapai 4.367 orang. Tak kalah fantastisnya, selama kurun Januari sampai November 2004, pemerintah Cina telah menangkap 4.225 koruptor dengan total kerugian negara hanya 3,8 miliar yuan atau sekitar Rp 4,3 triliun. Bagaimana dengan Indonesia?

Pada dekade yang sama bumi merah putih seolah berjalan di tempat. Padahal puncak gerakan anti-korupsi di Indonesia sudah digaungkan sejak 1999. Penelitian Transparency International (TI) pada 2002 meletakkan Indonesia sebagai negara terkorup nomor 4.

Sementara pada 2003, dari 133 negara, Indonesia ada di urutan ke-6. Dari ribuan kasus yang dilaporkan masyarkat ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) baru belasan yang ditingkatkan ke penyidikan. Sementara, kasus yang dibawa hingga ke pengadilan baru dalam hitungan jari. Thailan pun tak kalah agresifnya dengan Cina. Di bawah panji National Counter Corruption Commision (NCCC) negeri gajah itu tak segan membidik para tikus.

Padahal, lembaga independen ini baru dibentuk 25 April 1999, dan resmi mulai bekerja sejak 18 November 1999. NCCC sebenarnya menggantikan Commision of Counter Corruption (CCC) yang telah ada sejak 1975. CCC dinilai tidak independen. Secara struktural berada di bawah otoritas Perdana Menteri dan karenanya tidak efektif membasmi korupsi. NCCC langsung menggebrak.

Ia menjelma menjadi salah satu lembaga mekanisme akuntabilitas yang dikagumi masyarakat. Penycapaian nyata pun ia tunjukkan. Hingga 2004, 8.000 kasus diterima. Setengahnya (4.000 kasus) langsung ditangani, dan 10 persen kasus sudah dilimpahkan ke Pengadilan. Tak ayal lembaga ini pun menyeret politisi paling berpengaruh, Menteri Dalam Negeri dan Sekjen Partai Demokrat Mayor Jenderal Sanan Kachornprasat, ke pengadilan.

Berawal dari aduan LSM kecil yang mencium pemalsuan laporankekayaan, NCCC mengungkapnya. Sanan mengaku telah menerima tiga perjanjian kredit selama 1997 sebesar 45 juta bath dari Auto Service Co ( AAS). Sayangnya, kredit itu tak tercatat dalam pembukuan AAS. Walaupun aliran dana tersebut ke rekening Koran Sanan tidak dapat dibuktikan, NCCC sepakat bahwa Sanan telah memalsukan laporan.

Meski di depan Mahkamah Konstitusi (MK) Sanan kukuh tidak melanggar hukum. Pada 10 Agustus 2000, MK mengeluarkan Ketetapan sesuai keputusan NCCC untuk melakukan pemecatan segera Sanan dari seluruh kedudukan politiknya dan melarangnya terjun ke dunia politik selama lima tahun. Patut diambil pelajaran apa yang dilakukan NCCC dan MK dalam kasus ini.

Kedua lembaga ini tidak menetapkan apakah kredit itu nyata atau tidak. Keputusan itu berdasarkan dokumen yang diberikan Sanan tidak mendukung kebenaran atas kredit itu. Sistem akuntabilitas di Thailan dapat dengan mudah mencopot politisi atau pejabat negara, bila dianggap menyelewengkan jabatan, melanggar hukum, korupsi atau memiliki kekayaan yang tidak wajar.

Bahkan, mereka dilarang menduduki jabatan politik atau pemerintahan untuk lima tahun mendatang. Bagimana Indonesia? Entahlah. Thailand juga melengkapinya dengan pemisahan sistem penuntutan dan peradilan pidana korupsi dalam dua bentuk. Untuk kasus korupsi yang melibatkan pegawai birokrasi biasa, kasusnya diproses melalui pengadilan tingkat rendah, dan secara bertingkat bisa dibanding ke pengadilan lebih tinggi hingga Mahkamah Agung (MA).

Tapi untuk kasus korupsi yang melibatkan pejabat tinggi dan politisi, NCCC dapat melakukan penuntutan ke MA. Putusan MA pun bersifat final, satu tahap, tidak bisa dibanding, kasasi atau peninjauan kembali (PK). Pemisahan itu berdasarkan paertimbangan usia pejabat dan politisi yang pendek, sehingga membutuhkan proses yang pendek. Sistem ini pun dianggap oleh banyak kalangan sebagai upaya revolusioner. Mungkinkah ini terjadi di Indonesia?

Entahlah. Cina dan Thailan menunjukkan kekhasan masing-masing dalam memerangi korupsi. Cina dengan konsistensi dan kecepatan eksekusi, sementara Thailan menerapkan sistem akuntabilitas yang sederhana tapi akurat. Kunci keduanya tetap pada supremasi hukum. Saatnyalah Indonesia belajarlah dari Cina dan Thailand. Eit...bukan belajar korupsi lho.

Sabtu, 20 November 2010

S.A.H.A.B.A.T

jika kehilangan itu sesuatu yang pasti dan rasa sakit itu pasti menghampiri maka berusahalah tersenyum meski itu tak akan mengembalikan hatinya lagi jika terpaksa harus kalah, maka jadilah pecundang terhormat daripada kalah sebelum berjuang. padahal sebenarnya, sahabat berhak menjadi pemenang mulia! salam sahabat, tiap sakit hanya mengingatkan akan bernilainya sehat, tiap sedih sekedar menyadarkan akan indahnya bahagia dan tiap kehilangan menunjukan betapa berharganya apa yang kita miliki saat iniandai tahu usia hidup akan berakhir esok hari jelas terukur, maka tetaplah semangat dan tersenyum sampai jasad terkubur. Hingga malaikat mencatatnya sebagai hamba yang bersyukur dan dunia akan mengenangnya sebagai manusia yang luhur andai aku punya kuasa mempercepat datangnya malam maka akan kulakukan demi aku bertemu denganmu untuk melepas rasa rindu andai waktu dapat kuhentikan berdetik, maka aku akan menghentikannya sedetik yang lalu ketika bahagia masih menjadi rasa kita semakin mampu kita merendahkan hati dihadapan orang lain, maka menunjukkan kebesaran hati kita dihadapan ketinggian hati orang lain.i get amazing word from someone, “don’t say that you miss me, because I never leave you”. and i share with u tak sadar cinta menelusup ke dalam relung hati melalui pori rasa sampai kehilangan itu begitu nyata. hanya sesal menyesak dada mengapa cinta terlambat dinyatakan pada saatnya kucoba merasakan kehadiranmu, menyentuh ragamu dalam bayangan imaginerku. hanya itu yang mampu ketika cinta tak dapat mentautkan rinduku padamu marah, benci, rindu, cinta dan bahagia hanyalah sebuah rasa yang tak memihak pada kebenaran atau kesalahan. dan rasa itu hanya satu yang mampu menyentuhnya. ialah hati.

Jumat, 19 November 2010

MASIH TERTATIH

DIDALAM RUANG BERJALAN
AKU LAKSANA MERPATI
YANG LUKA SATU SAYAPNYA
TAK PUNYA DAYA HANYA TERTATIH
SAMBIL MENATAP ANGKASA DENGAN PEDIH
MENJAUHI KISAH LALU
PERSAHABATAN DAN ASMARA DISANA


ENTAH KAPAN TAPI PASTI
AKU AKAN PULIH LAGI

LALU AKAN AKU KEPAKKAN SAYAP
BERSIAP MELAYANG RINGAN DIUDARA
MENEMBUS ANGIN DAN AWAN
MENUJU CITA CITA YANG TERTUNDA

Senin, 22 Juni 2009

BAHAGIA KUBERSAMAMU


Kubersyukur dan berbahagia untukmu dan juga untukku,

kusadari mungkin harus begini.

Namun tak berarti kuharus benci dan jauh darimu

kucoba terima dan jalani apa adanya.


Ingin kau mendengarku,

rasakan yang ada di hatiku,

betapa masih ingin kubersamamu,

ingin kau bisa kembali bersamaku, berdua......


Namun bila demi bahagia untukmu dan juga untukku

kusadari mungkin harus begini.

Namun tak berarti kuharus benci dan jauh darimu.

Kucoba terima dan jalani apa adanya


Kamis, 18 Juni 2009

...think of U.... Masih adakah cinta untukku.??


masihkah kau simpan setetes cinta untukku?
ataukah telah kau buang diantara tumpukan sampah yang biru

kasih inikah balasan cintamu untukku?
aku masih menunggumu tanpa batas waktu
biarkan matahari terbenam meninggalkan rona yang semu
aku masih tetap berdiri menunggu kedatanganmu

KEMULIAAN SANG CINTA


“Dari Hati Untuk Jiwa”

Akulah seorang lelaki yang tak berdaya dalam semua kehidupan yang menepis segala sesuatu keadaan. Aku melangkah dengan gerakanku sendiri. Tanpa aku sadari ternyata diriku adalah seorang yang tersepi dalam kehidupan yang nyata ini. Diri ini selalu ingin mengerti sisi kehidupan di semua perasaan kaum sang adam dan hawa. Dari situ mungkin diri ini akan bisa belajar banyak hal. Akulah seorang yang membutuhkan cinta dan kasih sayang, saat ini diriku menangis sepanjang masa dan tak terhitung berapa kali tetes air mata yang telah jatuh. Itu semua karena cinta dan keinginan jiwa ini. Semua pikir dan gerak tubuh manusia selalu berbeda dan keinginan selalu menjadi gambaran sebuah nafsu yang sia sia. Keinginanku adalah murni dari jiwa dan dari resapan sejatinya hati untuk bisa mendapatkan tempat seindah penghuni surga. Disana yang selalu di penuhi kemewahan kejujuran dan kemewahan hati yang bahagia. Ada pikirku selalu berkata”mengapa semua manusia selalu menginginkan hal berujung dalam kedustaan dan kepalsuan”.

Cinta itu indah “seperti diriku yang selalu mengagungkan cinta sebagai posisi pertama dalam hal perasaan” kita mencintai seperti cinta kita terhadap sang Pencipta. Kerana cinta itu datang dari kepercayaan jiwa dan persatuan dari hati, pikir dan kepekaan untuk mengetahu kepercayaan. Semua akan membiarkan sesuatu yang kita cintai menjadi sebuah kenyataan terbaik untuk kita dan juga dia. Kadang cinta dipenuhi dengan rasa keinginan yang menggebu gebu untuk memiliki sesuatu yang kita cintai….ku hanya bisa berkata”cintailah hal yang kamu cintai supaya menjadi hal terbaik”dan berusahalah untuk bisa selalu mengingatn

ya.

Rabu, 17 Juni 2009

HATI YANG DULU PERNAH TERLUKA


Kenapa... Kenapa hatiku terlalu menyayangimu Sudah puas ku cuba hindari
Namun bayang dirimu
Terus menghantui Ntahlah..aku sendiri pun tidak tahu !

Kenapa... Kenapa begitu payah diri ini Untuk berlalu pergi darimu Seolah-olah ada sesuatu yang menghalang Hati ini daripada melupakan Adakah puncaknya di hati kita Masih mengingati... Ntahlah... aku sendiri pun tidak tahu !
Kenapa... Kau kecewakan sekeping hati Yang cukup setia padamu Kau lukakan sekeping jiwa Yang terlalu mengharapkan kasihmu Tapi kini... Tiada gunanya lagi untuk menyesali Di atas segala keterlanjuran Bukan aku tidak memahami Tapi... Dikau yang menyisihkanku Pabila dihimpit dua dilema Itukah kesetiaan namanya ?

Walau sesukar mana sekalipun
Akan ku coba
Walaupun ku tahu terlalu mustahil
Yang nyata... hati ini terus terluka
Ku bersumpah ku takkan dapat lari
Dari bayangan dirimu... Selagi hati ini masih terluka Biarlah... Jika inilah yang telah tersurat Siapalah kita untuk menghindari ? Apalah daya untuk mengingkari Membawa hati yang terluka ini...